PENGANTAR
1. Orang yang pintar adalah orang yang cepat menyesuaikan diri dengan berbagai hal yang
dihadapi
2. Orang pintar tidak bicara dengan tanpa data
3. Orang pintar membuat kesimpulan secara mandiri
SEJARAH JUAL BELI
(Barter-Mata Uang-E-Commerce)
Abad ke 19 orang-orang Amerika meyakini bahwa jalur distribusi yang paling bagus adalah dengan membuka kedei-kedei atau tokot-toko kecil, (toko roti, toko daging, toko perkakas, toko besi dan juga toko-toko lainnya yang menjual produk-produk tertentu secara khusus).
W.T. Grant berpendapat bahwa, alangkah baiknya jika toko-toko yang menjual produk-produk yang berbeda tersebut dapat digabungkan di satu lokasi. Lahirlah konsep Department Store yang akhirnya mengakibatkan toko-toko dan kedai-kedai konvensional gulung tikar. Namun pemilik-pemilik toko-toko konvensional tidak tinggal diam. Mereka melobi pemerintah hingga akhirnya department store dinyatakan melanggar hukum dan illegal. Namun demikian, sebuah ide yang telah memiliki momentum tidak akan dapat dibendung. Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, department store milik Grant akhir kembali diperbolehkan beroperasi dan dinyatakan tidak melanggar hukum lagi oleh pemerintah.
Konsep deparment store akhirnya dikembangkan lebih lanjut hingga melahirkan konsep Shopping Mall. Saat ini, konsep shopping mall sendiri adalah sebuah konsep yang hampir redup. Walaupun banyak shopping mall yang menjamur, omzet penjualan di mall-mall merosot secara perlahan-lahan, dan pengelola mall semakin sulit untuk menarik pengunjung yang berbelanja. Orang-orang masih mengunjungi mall, akan tetapi yang berbelanja semakin sedikit.
Franchising (waralaba) juga merupakan sebuah konsep distribusi yang ditentang pada tahap-tahap awal. Konsep franchising sendiri diciptakan sekitar 35 tahun yang lalu. Pada tahap awal perkembangannya, konsep franchising juga ditentang habis-habisan karena dianggap merupakan penipuan. Bahkan tidak sedikit pihak yang menganggap konsep franchising (waralaba) adalah sebuah konsep yang illegal. Akan tetapi, sebuah ide yang telah mencapai momentum tidak akan bisa dibendung. Saat ini, jaringan distribusi franchise (waralaba) memberikan kontribusi sebesar 34% dari penjualan setiap produk dan jasa di Amerika Serikat.
Apakah masih ada konsep distribusi yang telah mencapai momentum dan tidak terbendung lagi perkembangannya? Tentu saja ada. Konsep tersebut adalah Network Marketing. Saat ini, konsep network marketing juga ditertawakan, dikritik, ditentang dan dicemooh oleh banyak orang dan banyak pihak. Hal ini persis seperti yang terjadi pada awal konsep department store, shopping mall, dan franchising diperkenalkan. Tampaknya, konsep network marketing akan melampaui kesuksesan department store, shopping mall, dan juga konsep franchising (waralaba). Kemungkinan besar, network marketing akan dapat merubah cara kita melakukan jual beli produk dan jasa secara revolusioner.
SEJARAH BISNIS JARINGAN
Industri pemasaran jaringan dimulai sejak tahun 1940-an ketika Nutrilite Products meluncurkan penjualan produk makanan supplement
Selama lebih dari 50 th, industri yang telah dirintis Rich DeVos dan Jay Van Andel telah mencapai US$ 20 Miliar (Hanya di USA saja)
INDUSTRI JARINGAN SAAT INI
Di dunia saat ini omzet industri jaringan telah mencapai lebih dari US$ 100 miliar dan dijalankan oleh lebih dari 30 Juta orang
Saat ini terdapat sekitar 20 perusahaan jaringan yang sahamnya diperdagangkan di bursa Nasdaq dan New York Stock Exchange
USANA adalah salah satu contoh, terpilih sebagai 100 perusahaan terbaik di urutan 21 di dunia.
KENAPA NETWORK MARKETING?
Beberapa perusahaan jelas-jelas halal dan tidak menabrak ijtihad/hukum agama:
Anggota (Pembeli Paket) tidak sekedar beli paket
Barangnya ada, tidak imaginer
Harga barang tidak mengada-ada, bahkan lebih murah dibandingkan dengan yang dijual secara konfensional
Tidak ada seorangpun yang jadi korban, bonus merata, dan hanya sebagian kecil yang tidak mendapat bonus
Penghasilan sesuai kerja kerasnya
Bekerja dengan seluruh anggota jaringan dengan kompak (didukung system yang menutut bekerjasama dengan baik)
Tidak ada satupun pekerjaan didunia ini yang paling aman (secure). Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan oleh “Gallup International and Joshua Research Consultants in Singapore” menyimpulkan bahwa “62 percent of Singaporeans have enough savings to only tide through 3 months without a job”. Hal ini mudah dimengerti sebab memang tidak ada pekerjaan yang “completely secure”, tidak ada industri ataupun profesi yang menjamin untuk “exist forever”.
Pekerjaan yang paling demokratis (Siapapun bisa menjadi leader) dan tidak memerlukan prasyarat yg rumit dibandingkan umumnya provesi konvensional (tidak diperlukan tingkat pendidikan ataupun skill khusus, KKN dll kecuali training-training yang bisa diikuti secara bebas dan kebanyakan gratis ataupun bayar yang tidak terlalu mahal).
Pekerjaan yang paling fair, penghasilan bisa dikontrol, jaringan bisa dikontrol dengan sangat baik (kita harus memilih NM yang sedemikian itu)
Pekerjaan yang peningkatan penghasilannya secara eksponensial (mungkin satu-satunya). Baca tulisan saya “Income Sekertaris Cerdik”.
Menjanjikan kebebasan finansial, kebebasan waktu, serta keringanan tanggung jawab (tentu saja ini relatif). Dalam profesi konvensional semakin tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi tanggung jawabnya, semakin tidak memiliki waktu, semakin tinggi stressnya, semakin kurang waktunya untuk sabilillah (kalau aktifis agama) seringkali meskipun punya banyak uang tetapi kurang bisa menikmati. Lihat skema (dilihat dari atas ke bahwa dan dari kiri ke kanan). Dalam MLM pertama diperlukan modal kecil, usaha keras, dan penghasilan kecil, tetapi lama kelamaan modal menjadi besar sekali, usaha yang diperlukan sedikit saja dan penghasilan luar biasa banyak, maka cepat pensiun.
Dengan demikian sejalan dengan cita-cita kebanyakan orang a. Supaya menabung b. Usia 60 pensiun. Rasanya tidak ada satupun profesi didunia ini yang lebih menjanjikan sebagaimana skema diatas kecuali bisnis jaringan (Network Marketing).
Sebuah alternatif untuk menjawab tantangan “betapa makin sulitnya mencari lapangan pekerjaan, bahkan yang terjadi adalah menjamurnya PHK, merupakan alternatif untuk menghadapi berbagai kesulitan yang cukup kompleks lainnya saat ini”. Pengangguran di Indonesia saat ini mencapai sekitar 10%
Potensi penghasilan sangat besar dengan modal yang relatif sangat kecil. Beberapa figur diatas yang kini penghasilannya konon diatas Rp 300 juta per bulan, modal awalnya hanya sekitar Rp 2 juta saja (bahkan di Melia Summit hanya Rp 580.000,- dengan memiliki potensi penghasilan hingga 103 juta sebulan hingga milyaran).
Beberapa perusahaan menjanjikan income dalam US$ sejak awal, sehingga tidak khawatir dengan gonjang ganjingnya rupiah
Tidak terpengaruh situasi apapun (politik, ekonomi, keamanan dll) didunia (sangat kecil pengaruhnya), kecuali kalau seluruh dunia kacau semua.
Kesempatan untuk bisnis diluar bisnis jaringan yang sudah digeluti, sebab pada prinsipnya ‘member get member’ adalah ‘patil nyantol patil’). Rata-rata pelaku Network Marketing pandai berkomunikasi, sehingga sangat potensial memasarkan berbagai produk didalam jaringannya yang sudah terbentuk.
Karena promosi dari mulut ke mulut, maka menghemat biaya iklan, memotong jalur distribusi dan operasional, dari biaya-biaya itu dipergunakan untuk kesejahteraan para anggotanya.
Bisa dikerjakan dimana saja, kapan saja (khususnya melalui internet), market global bahkan pengalaman saya sendiri, saya dalam keadaan sakit masih bias memprospek orang, dan menghasilkan berbagai bonus yang lumayan besar.
Biasanya dalam pekerjaan konfensional seseorang bekerja 8 jam sehari dan untuk dirinya sendiri (kecuali investor). Dalam MLM seseorang bekerja katakanlah 8 jam/sehari dikalikan jumlah downline yang aktif (bayangkan kalau punya downline aktif 100 saja, kurang lebih sama dengan 800 jam/hari (Suatu hal yang sangat mustahil dalam profesi konvensional). Dalam konteks ini (kalau jaringan sudah jalan), seseorang bias jalan-jalan kemana-mana, sementara uang mengalir terus ke rekeningnya.
Selama ini orang bekerja untuk mendapat uang, dan dalam bisnis jaringan bisa mencapai uang bekerja untuk kita.
TANTANGAN NETWORK MARKETING
Banyak perusahaan jaringan yang tidak baik
Latar belakang perusahaan (bonaviditas, legalitas, track record dll)
Produk
Harga
Back up system
Team work
Hanya membeli starter kit dll
Pro-Kontra diseluruh dunia
LALU BAGAIMANA?
Mr. Bill Gates, orang terkaya di planet bumi saat ini memiliki resep ‘Speed’. Didalam era “new economy” yang diperlukan bukanya “seberapa besar anda”. Bukannya yang besar akan menelan yang kecil, melainkan yang cepat akan memangsa yang lambat. In the new economy, it is not how big you are. It is the not the big that will eat up the small but the fast that will swallow up the slow. Mr. Michael Dell seorang yang paling kaya didunia sebelum usia 40 tahun sefaham dengan Bill Gates hanya saja mempergunakan kata lain yaitu “Velocity”.
Kalau kita terus menerus hanya terlibat dalam pro dan kontra, maka kita akan ketinggalan “speed” dan “Velocity”.
Bukankah Network Marketing sebuah peluang? Tentu saja!!! Namun tetap harus “Teliti sebelum membeli” (Kriteria Teliti Sebelum Membeli, lihat berbagai tulisan saya yang lain misalnya MENGGUGAT MLM. Carilah MLM yang terbebas dari kritikan saya itu. Jika perlu bantuan, hubungi saya dialamat dibawah)
APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) memberikan rambu-rambu tentang ‘MLM yang sehat’ antara lain:
Bukan Moneygame
Menjual Produk Yang bermanfaat
Produk juga dijual kepada umum
Ada pelatihan yang baik
Komisi diperoleh dari hasil penjualan dan bukan karena merekrut downline
Uang pendaftaran kecil dan hanya sekali
Perusahaan MLM dengan manajemen terbuka
Tidak salah lagi, anda memilih Melia Summit berada dijalur yang benar!
2. Orang pintar tidak bicara dengan tanpa data
3. Orang pintar membuat kesimpulan secara mandiri
SEJARAH JUAL BELI
(Barter-Mata Uang-E-Commerce)
Abad ke 19 orang-orang Amerika meyakini bahwa jalur distribusi yang paling bagus adalah dengan membuka kedei-kedei atau tokot-toko kecil, (toko roti, toko daging, toko perkakas, toko besi dan juga toko-toko lainnya yang menjual produk-produk tertentu secara khusus).
W.T. Grant berpendapat bahwa, alangkah baiknya jika toko-toko yang menjual produk-produk yang berbeda tersebut dapat digabungkan di satu lokasi. Lahirlah konsep Department Store yang akhirnya mengakibatkan toko-toko dan kedai-kedai konvensional gulung tikar. Namun pemilik-pemilik toko-toko konvensional tidak tinggal diam. Mereka melobi pemerintah hingga akhirnya department store dinyatakan melanggar hukum dan illegal. Namun demikian, sebuah ide yang telah memiliki momentum tidak akan dapat dibendung. Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, department store milik Grant akhir kembali diperbolehkan beroperasi dan dinyatakan tidak melanggar hukum lagi oleh pemerintah.
Konsep deparment store akhirnya dikembangkan lebih lanjut hingga melahirkan konsep Shopping Mall. Saat ini, konsep shopping mall sendiri adalah sebuah konsep yang hampir redup. Walaupun banyak shopping mall yang menjamur, omzet penjualan di mall-mall merosot secara perlahan-lahan, dan pengelola mall semakin sulit untuk menarik pengunjung yang berbelanja. Orang-orang masih mengunjungi mall, akan tetapi yang berbelanja semakin sedikit.
Franchising (waralaba) juga merupakan sebuah konsep distribusi yang ditentang pada tahap-tahap awal. Konsep franchising sendiri diciptakan sekitar 35 tahun yang lalu. Pada tahap awal perkembangannya, konsep franchising juga ditentang habis-habisan karena dianggap merupakan penipuan. Bahkan tidak sedikit pihak yang menganggap konsep franchising (waralaba) adalah sebuah konsep yang illegal. Akan tetapi, sebuah ide yang telah mencapai momentum tidak akan bisa dibendung. Saat ini, jaringan distribusi franchise (waralaba) memberikan kontribusi sebesar 34% dari penjualan setiap produk dan jasa di Amerika Serikat.
Apakah masih ada konsep distribusi yang telah mencapai momentum dan tidak terbendung lagi perkembangannya? Tentu saja ada. Konsep tersebut adalah Network Marketing. Saat ini, konsep network marketing juga ditertawakan, dikritik, ditentang dan dicemooh oleh banyak orang dan banyak pihak. Hal ini persis seperti yang terjadi pada awal konsep department store, shopping mall, dan franchising diperkenalkan. Tampaknya, konsep network marketing akan melampaui kesuksesan department store, shopping mall, dan juga konsep franchising (waralaba). Kemungkinan besar, network marketing akan dapat merubah cara kita melakukan jual beli produk dan jasa secara revolusioner.
SEJARAH BISNIS JARINGAN
Industri pemasaran jaringan dimulai sejak tahun 1940-an ketika Nutrilite Products meluncurkan penjualan produk makanan supplement
Selama lebih dari 50 th, industri yang telah dirintis Rich DeVos dan Jay Van Andel telah mencapai US$ 20 Miliar (Hanya di USA saja)
INDUSTRI JARINGAN SAAT INI
Di dunia saat ini omzet industri jaringan telah mencapai lebih dari US$ 100 miliar dan dijalankan oleh lebih dari 30 Juta orang
Saat ini terdapat sekitar 20 perusahaan jaringan yang sahamnya diperdagangkan di bursa Nasdaq dan New York Stock Exchange
USANA adalah salah satu contoh, terpilih sebagai 100 perusahaan terbaik di urutan 21 di dunia.
KENAPA NETWORK MARKETING?
Beberapa perusahaan jelas-jelas halal dan tidak menabrak ijtihad/hukum agama:
Anggota (Pembeli Paket) tidak sekedar beli paket
Barangnya ada, tidak imaginer
Harga barang tidak mengada-ada, bahkan lebih murah dibandingkan dengan yang dijual secara konfensional
Tidak ada seorangpun yang jadi korban, bonus merata, dan hanya sebagian kecil yang tidak mendapat bonus
Penghasilan sesuai kerja kerasnya
Bekerja dengan seluruh anggota jaringan dengan kompak (didukung system yang menutut bekerjasama dengan baik)
Tidak ada satupun pekerjaan didunia ini yang paling aman (secure). Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan oleh “Gallup International and Joshua Research Consultants in Singapore” menyimpulkan bahwa “62 percent of Singaporeans have enough savings to only tide through 3 months without a job”. Hal ini mudah dimengerti sebab memang tidak ada pekerjaan yang “completely secure”, tidak ada industri ataupun profesi yang menjamin untuk “exist forever”.
Pekerjaan yang paling demokratis (Siapapun bisa menjadi leader) dan tidak memerlukan prasyarat yg rumit dibandingkan umumnya provesi konvensional (tidak diperlukan tingkat pendidikan ataupun skill khusus, KKN dll kecuali training-training yang bisa diikuti secara bebas dan kebanyakan gratis ataupun bayar yang tidak terlalu mahal).
Pekerjaan yang paling fair, penghasilan bisa dikontrol, jaringan bisa dikontrol dengan sangat baik (kita harus memilih NM yang sedemikian itu)
Pekerjaan yang peningkatan penghasilannya secara eksponensial (mungkin satu-satunya). Baca tulisan saya “Income Sekertaris Cerdik”.
Menjanjikan kebebasan finansial, kebebasan waktu, serta keringanan tanggung jawab (tentu saja ini relatif). Dalam profesi konvensional semakin tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi tanggung jawabnya, semakin tidak memiliki waktu, semakin tinggi stressnya, semakin kurang waktunya untuk sabilillah (kalau aktifis agama) seringkali meskipun punya banyak uang tetapi kurang bisa menikmati. Lihat skema (dilihat dari atas ke bahwa dan dari kiri ke kanan). Dalam MLM pertama diperlukan modal kecil, usaha keras, dan penghasilan kecil, tetapi lama kelamaan modal menjadi besar sekali, usaha yang diperlukan sedikit saja dan penghasilan luar biasa banyak, maka cepat pensiun.
Dengan demikian sejalan dengan cita-cita kebanyakan orang a. Supaya menabung b. Usia 60 pensiun. Rasanya tidak ada satupun profesi didunia ini yang lebih menjanjikan sebagaimana skema diatas kecuali bisnis jaringan (Network Marketing).
Sebuah alternatif untuk menjawab tantangan “betapa makin sulitnya mencari lapangan pekerjaan, bahkan yang terjadi adalah menjamurnya PHK, merupakan alternatif untuk menghadapi berbagai kesulitan yang cukup kompleks lainnya saat ini”. Pengangguran di Indonesia saat ini mencapai sekitar 10%
Potensi penghasilan sangat besar dengan modal yang relatif sangat kecil. Beberapa figur diatas yang kini penghasilannya konon diatas Rp 300 juta per bulan, modal awalnya hanya sekitar Rp 2 juta saja (bahkan di Melia Summit hanya Rp 580.000,- dengan memiliki potensi penghasilan hingga 103 juta sebulan hingga milyaran).
Beberapa perusahaan menjanjikan income dalam US$ sejak awal, sehingga tidak khawatir dengan gonjang ganjingnya rupiah
Tidak terpengaruh situasi apapun (politik, ekonomi, keamanan dll) didunia (sangat kecil pengaruhnya), kecuali kalau seluruh dunia kacau semua.
Kesempatan untuk bisnis diluar bisnis jaringan yang sudah digeluti, sebab pada prinsipnya ‘member get member’ adalah ‘patil nyantol patil’). Rata-rata pelaku Network Marketing pandai berkomunikasi, sehingga sangat potensial memasarkan berbagai produk didalam jaringannya yang sudah terbentuk.
Karena promosi dari mulut ke mulut, maka menghemat biaya iklan, memotong jalur distribusi dan operasional, dari biaya-biaya itu dipergunakan untuk kesejahteraan para anggotanya.
Bisa dikerjakan dimana saja, kapan saja (khususnya melalui internet), market global bahkan pengalaman saya sendiri, saya dalam keadaan sakit masih bias memprospek orang, dan menghasilkan berbagai bonus yang lumayan besar.
Biasanya dalam pekerjaan konfensional seseorang bekerja 8 jam sehari dan untuk dirinya sendiri (kecuali investor). Dalam MLM seseorang bekerja katakanlah 8 jam/sehari dikalikan jumlah downline yang aktif (bayangkan kalau punya downline aktif 100 saja, kurang lebih sama dengan 800 jam/hari (Suatu hal yang sangat mustahil dalam profesi konvensional). Dalam konteks ini (kalau jaringan sudah jalan), seseorang bias jalan-jalan kemana-mana, sementara uang mengalir terus ke rekeningnya.
Selama ini orang bekerja untuk mendapat uang, dan dalam bisnis jaringan bisa mencapai uang bekerja untuk kita.
TANTANGAN NETWORK MARKETING
Banyak perusahaan jaringan yang tidak baik
Latar belakang perusahaan (bonaviditas, legalitas, track record dll)
Produk
Harga
Back up system
Team work
Hanya membeli starter kit dll
Pro-Kontra diseluruh dunia
LALU BAGAIMANA?
Mr. Bill Gates, orang terkaya di planet bumi saat ini memiliki resep ‘Speed’. Didalam era “new economy” yang diperlukan bukanya “seberapa besar anda”. Bukannya yang besar akan menelan yang kecil, melainkan yang cepat akan memangsa yang lambat. In the new economy, it is not how big you are. It is the not the big that will eat up the small but the fast that will swallow up the slow. Mr. Michael Dell seorang yang paling kaya didunia sebelum usia 40 tahun sefaham dengan Bill Gates hanya saja mempergunakan kata lain yaitu “Velocity”.
Kalau kita terus menerus hanya terlibat dalam pro dan kontra, maka kita akan ketinggalan “speed” dan “Velocity”.
Bukankah Network Marketing sebuah peluang? Tentu saja!!! Namun tetap harus “Teliti sebelum membeli” (Kriteria Teliti Sebelum Membeli, lihat berbagai tulisan saya yang lain misalnya MENGGUGAT MLM. Carilah MLM yang terbebas dari kritikan saya itu. Jika perlu bantuan, hubungi saya dialamat dibawah)
APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) memberikan rambu-rambu tentang ‘MLM yang sehat’ antara lain:
Bukan Moneygame
Menjual Produk Yang bermanfaat
Produk juga dijual kepada umum
Ada pelatihan yang baik
Komisi diperoleh dari hasil penjualan dan bukan karena merekrut downline
Uang pendaftaran kecil dan hanya sekali
Perusahaan MLM dengan manajemen terbuka
Tidak salah lagi, anda memilih Melia Summit berada dijalur yang benar!
RUMUS MEMILIH MLM (Menurut Mr. Mattel, Ahli MLM dari China)
A (As) = Perusahaannya harus besar (Ctt. Perusahaan boleh besar, tetapi tidak boleh
A (As) = Perusahaannya harus besar (Ctt. Perusahaan boleh besar, tetapi tidak boleh
memiskinkan distributor. Jika perlu distributor kaya raya, meski perusahaan tidak
terlalubesar).
K (King) = Produk harus bagus
Q (Quin) = Marketingplan harus menguntungkan
J (Jack) = Manajemen, apakah mereka memiliki pengalaman
E (Education) yaitu pendidikan. Kalau 5 hal itu sempurna maka bergabunglah di MLM tersebut.
Bambang Jasnanto
K (King) = Produk harus bagus
Q (Quin) = Marketingplan harus menguntungkan
J (Jack) = Manajemen, apakah mereka memiliki pengalaman
E (Education) yaitu pendidikan. Kalau 5 hal itu sempurna maka bergabunglah di MLM tersebut.
Bambang Jasnanto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar